TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Sabtu, 19 November 2011

Analisa Usaha Lele Sangkuriang di Bak Plastik

Saat ini lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populer untuk dibudidayakan dan dikonsumsi. Prospek usaha budidaya ikan lele sangat baik, hal ini ditandai dengan hasil produksinya setiap tahun cenderung terus meningkat dan pasar selalu mampu menyerapnya. Lele dalam berbagai olahan marak dijual di tingkat warung-warung pecel lele maupun restoran. Sebelum berternak lele silahkan dipelajari analisa usaha lele sebagai berikut.

Budidaya Lele

Dilihat dari sisi ekonomi, yang menentukan keberhasilan usaha budidaya lele adalah pakan dan benih. Komponen biaya pakan sekitar 70% dari total biaya produksi. Berdasarkan analisa usaha lele sebaiknya pakan yang digunakan adalah pakan khusus untuk lele dengan kadar protein 30 - 32 %.
Menurut analisa usaha lele, secara umum terdapat dua macam kebiasaan petani lele  dalam penggunaan benih. Di daerah Parung,  Bogor, petani lebih senang menggunakan benih berukuran lebih besar (9-10 cm) yang berasal dari kolam pendederan. Sedangkan di daerah Indramayu hingga Jawa Timur lebih menyukai benih ukuran 1 cm. Kedua tipe benih ini mempunyai resiko berbeda. Berdasarkan analisa usaha lele benih besar lebih tahan terhadap hama dan penyakit dibandingkan benih yang lebih kecil. Tetapi benih ukuran besar berharga lebih mahal daripada yang kecil. Jadi sebelum melakukan ternak lele hal ini penting disikapi sesuai dengan analisa usaha lele.Permasalahan yang ada dalam penjualan hasil panen lele adalah bahwa pasar (terutama) hanya menyerap ikan lele berukuran sekitar 100 - 167 gram (6 - 10 ekor/kg). Sedangkan ikan dengan ukuran lebih besar atau lebih kecil (dikenal dengan istilah BS/sangkal) dihargai lebih rendah.

Budidaya Lele Sangkuriang

Di lain pihak, dalam budidaya lele sulit untuk menghindari ketidakseragaman ukuran. Karena itu demi mengurangi persentase jumlah BS/sangkal maka harus dilakukan pemisahan ukuran secara berkala. Juga dengan pemberian pakan yang baik dalam jumlah cukup akan membuat ikan lebih seragam ukurannya sehingga hasil panen lebih baik.
Berikut disajikan contoh analisa biaya budidaya lele ala sangkuriang.

ANALISA USAHA LELE

Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik

1. Investasi

a. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,- = Rp 1.000.000,-

b. Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,- = Rp 1.500.000,-

c. Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,- = Rp 750.000,-




Rp 3.250.000,-
2. Biaya Tetap

a. Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn = Rp 1.000.000,-

b. Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn = Rp 750.000,-

c. Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn = Rp 150.000,-




Rp 1.900.000,-
3. Biaya Variabel



a. Pakan 4800 kg @ Rp 3700 = Rp 17.760.000,-

b. Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,- = Rp 2.021.052,63

c. Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,- = Rp 300.000,-

d. Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,- = Rp 200.000,-

e. Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,- = Rp 3.000.000,-

f. Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,- = Rp 1.200.000,-




Rp 24.281.052,63
4. Total Biaya
Rp 26.181.052,63





5. Pendapatan
Rp 28.800.000,00

Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -,


6. KEUNTUNGAN Rp 2.418.947,37
7. Break Event Point (BEP)



Volume produksi = 4.396,84 kg

Harga produksi = Rp 5.496,05
Dengan analisa usaha lele ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jika masih terkendala modal, anda dapat mengajak teman dan kerabat dengan memberikan analisa usaha lele ini. Jika butuh modal lebih besar anda dapat mengajukan analisa usaha lele kepada BPR BPR setempat.

HARGA DINAR