MENGENALI KEMENYAN
Kemenyan adalah sejenis getah yang dihasilkan oleh pohon kemenyan (Styrax spp). Ada dua jenis kemenyan yang dibudidayakan di Kabupaten Tapanuli Utara dan sekitarnya, yaitu : hamija-on toba (Styrax paralleloneurum) dan hamijon durame (Styrax benzoin). Kedua jenis tanaman kemenyan ini termasuk ordo Ebenales, family Styraceae dan genus Styrax.
Pohon kemenyan berukuran sedang sampai besar, diameter antara 20-30 cm, dan tinggi mencapai 20-30 m. Batangnya lurus, percabangannya sedikit, dan kulit batangnya berwarna coklat kemerah-merahan.
Pohon kemenyan berukuran sedang sampai besar, diameter antara 20-30 cm, dan tinggi mencapai 20-30 m. Batangnya lurus, percabangannya sedikit, dan kulit batangnya berwarna coklat kemerah-merahan.
Tanaman kemenyan berdaun tunggal, tersusun spiral, dan berbentuk oval, yaitu bulat memanjang dan ujungnya meruncing. Buah kemenyan berbentuk bulat, dan lonjong (agak gepeng); dan di dalamnya terdapat biji berwarna coklat.
Tempat tumbuh tanaman kemenyan bervariasi, mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu pada ketinggian tempat 60-2100 m dari permukaan laut (dpl). Tanaman kemenyan tidak memerlukan persyaratan tempat tumbuh yang istimewa. Tanaman ini dapat tumbuh pada jenis-jenis tanah: po-solik, andosol, lotosol, dan regosol. Dan dapat tumbuh pada berbagai asosiasi lainnya, mulai dari tanah yang bertekstur berat sampai ringan, dan tanah yang kurang subur sampai yang subur. Selain itu, tanaman ini juga dapat tumbuh pada tanah yang berporositas tinggi, yaitu yang mudah meneruskan atai meresapkan air.
Tanaman Kemenyan termasuk jenis tanaman setengah toleran. Anakan kemenyan memerlukan naungan sinar matahari, dan setelah dewasa, pohon kemenyan memerlukan sinar matahari penuh. Selain itu, untuk pertumbuhan optimal kemenyan memerlukan curah hujan yang cukup tinggi, dan intensitas merata sepanjang tahun. Oleh karena itu, tanaman kemenyan cocok ditanam di daerah-daerah yang beriklim tipe A san tipe B menurut Schmidt & Ferguson.
Sekilas Budidaya Kemenyan
Pengadaan Benih
Budidaya tanaman kemenyan diawali dengan pengambilan benih kemenyan dari pohon induknya. Kriteria pohon induk kemenyan adalah : bergetah banyak dan berkualitas baik; bebas hama dan penyakit; berbatang lurus dan silindris; bertajuk normal dan bagus; serta bercabang sedikit dan berbatang bebas cabang relative tinggi. Buah kemenyan yang dipilih untuk benih adalah yang masak dan berwarna coklat tua.
Budidaya tanaman kemenyan diawali dengan pengambilan benih kemenyan dari pohon induknya. Kriteria pohon induk kemenyan adalah : bergetah banyak dan berkualitas baik; bebas hama dan penyakit; berbatang lurus dan silindris; bertajuk normal dan bagus; serta bercabang sedikit dan berbatang bebas cabang relative tinggi. Buah kemenyan yang dipilih untuk benih adalah yang masak dan berwarna coklat tua.
Pengadaan Bibit
Pembuatan bibit kemenyan dilakukan dengan cara : persemaian dan cabutan anakan dari permudaan alam. Cara lainnya, yaitu : stump. Stek, dan kultur jaringan masih dalam tahap penelitian pihak-pihak terkait. Persemaian merupakan cara yang mudah dilakukan. Awalnya benih kemenyan ditabur pada bedeng tabor. Setelah berkecambah, kemudian dipindahkan pada polybag, dan dipelihara sampai bibitnya siap tanam di lapangan.
Penanaman Bibit
Sebelum penanaman bibit kemenyan, terlebih dahulu dilakukan persiapan lapangan, yiatu membuat jalur tanam dan lubang tanam. Jarak tanamnya disesuaikan dengan kondisi tanah dan kelerengan lahannya. Karena setengah toleran, anakan kemenyan yang ditanam di tempat terbuka harus diberi naunga. Anakan kemenyan bisa juga ditanam dibawah pohon lainnya, misalnya dibawah pohon pinus, durian, dan kaliandra
Manfaat Ekonomis Kemenyan
Sampai saat ini belum ada pihak yang meneliti secara khusus penghasilan petani kemenyan. Namun sebagai gambaran, berikut ini perhitungan pendapatan petani kemenyan dari BP DAS Asahan Barumun. Pada lahan 1 ha, jika jarak tanam pohon kemenyan 4 m x 5 m, maka jumlahnya 250 pohon. Jika hasil penyadapan kemenyan rata-rata 1 Kg/Tahun, maka jumlah produksi kemenyan sebanyak 250 kg/ha/tahun. Dan jika kualitas getahnya dikatagorikan kelas I, dan harganya Rp.50.000,-/Kg, maka pendapatan kotor petani kemenyan sebesar Rp.12,5 juta/ha/tahun. Karena budidaya kemenyan ini dilakukan bersamaan dengan tanaman lainnya, maka biaya pemeliharaannya relative rendah.
Penyadapan
Pohon kemenyan yang berdiameter lebih kurang 20 cm sudah bisa disadap kemenyannya. Sebelum penyadapan kemenyannya, terlebih dahulu tumbuhan di sekitar pohonnya dibersihkan telebih dahulu dengan parang. Begitu juga tumbuhan yang melekat pada kulit pohonnya, dibersihkan dengan guris. Penyadapan kemenyan dilakukan pada bagian pohon yang berada di bawah bagian tajuk yang berdaun hijau muda dan rindang.
Mula-mula kulit ditakik (dicongkel sampai sedikit terangkat, dan tidak sampai lepas) dengan panuktuk, lalu, permukaan kulit ini dipukul-pukul dengan gagang panuktuk sebesar lingkaran lubang penyadapan yang diharapkan. Setelah 2-3 bulan, umumnya dalam takikan ini sudah terdapat kemenyan. Dan, dengan menggunakan agat, kulit (yang menutup) takikan dibuka untuk mengambil kemenyan dari lubang takikan.
Mula-mula kulit ditakik (dicongkel sampai sedikit terangkat, dan tidak sampai lepas) dengan panuktuk, lalu, permukaan kulit ini dipukul-pukul dengan gagang panuktuk sebesar lingkaran lubang penyadapan yang diharapkan. Setelah 2-3 bulan, umumnya dalam takikan ini sudah terdapat kemenyan. Dan, dengan menggunakan agat, kulit (yang menutup) takikan dibuka untuk mengambil kemenyan dari lubang takikan.
Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman kemenyan yang biasa dilakukan adalah : penyiangan, pendangiran, penyulaman, pemupukan, penjarangan, dan perlindungan tanaman dari hama dan penyakit. Kegiatan ini dilakukan pada tahun pertama, kedua, dan ketiga. Penjarangan pohon pelindung perlu dilakukan secara bertahap untuk member ruang tumbuh lebih luas kepada tanaman kemenyan, agar memperoleh banyak sinar matahari.
Pengolahan
Kemenyan hasil sadapan yang masih bercampur aduk dengan kulit pohon kemenyan, selanjutnya disortir menjadi empat golongan, yaitu : mata kasar, mata kacang/mata halus, jurur dan tahir. Golongan pertama harganya lebih mahal, dan golongan selanjutnya lebih murah. Selain itu, dikenal juga kemnyan tampangan, yaitu kemenyan yang dicampur dengan damar. Pengolahannya melalui pemanasan, pencampuran, dan pencetakan. Perbandingan campurannya disesuaikan dengan permintaan konsumen/pembeli.
Peluang Pasar Kemenyan
Menurut informasi dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Tapanuli Utara, pada tahun 1926-1938 kemenyan sudah di ekspor dari propinsi Sumatera Utara. Pada tahun 1985-1989, rata-rata pemasaran kemenyan dalam negeri 3.312,52 ton/tahun (77,15%), dan rata-rata pemasaran kemenyan ke luar negeri 982,6 ton/tahun (22,85%). Pada semester I tahun 1990, ekspor kemenyan dari propinsi Sumatera Utara tercatat sebanyak 473.847 kg senilai US 583,966
Pemasaran kemenyan di dalam negeri terutama di pulau Jawa. Penggunaannya sebagian besar untuk bahan baku industri rokok dan dupa. Dan pemasarannya ke luar negeri antara lain ke negara-negara : Singapura, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Jepang UEA, Switzerland, Perancis, dan USA. Diantara negara-negara ini, yang paling banyak mengimpor kemenyan dari propinsi Sumatera Utara adalah Singapura, yaitu sebanyak 461.982 Kg senilai US 545,996
Di beberapa daerah usaha kemenyan sudah membudaya. Secara tehnis Silvikulture, budidaya kemenyan dapat juga dilakukan di daerah lainnya. Harga dan peluang pasarnya pun cukup prospektif. Oleh karena itu, kemenyan diharapkan dapat dijadikan komoditi unggulan dalam pengembangan hutan rakyat dan hutan tanaman.

