Kuta.Mangga Indonesia sulit masuk ke Australia. Ketatnya standardisasi pangan yang ditetapkan pemerintah Australia menghambat perdangan Indonesia ke Australia. Hal tersebut mengemuka dalam Konfrensi Bisnis Indonesia – Australia di Kuta,Bali,Sabtu (19/11) yang dihadiri Menteri Perdangan Gita Wirjawan dan Menteri Perdangan Australia Craig Emerson.
Dalam forum tersebut diketahui sulitnya menembus pasar Australia meskipun tarif masuk buah-buahan sudah nol persen karena Australia ada aturan kebersihan dan kesehatan (sanitary) dan kebersihan tumbuhan (phytosanitary).
Menanggapi hal itu, Craig Emerson mengatakan akan mengkomunikasikan masalah tersebut. Menurut Presiden Direktur Jababeka Darmono, kendala standardisasi sebenarnya dapat diselesaikan lewat komunikasi yang baik. Sayangnya, para pelaku di Indonesia, sebagian besar usaha kecil dan menengah (UKM) tidak mampu berbahasa Inggris.
Sumber:Kompas,Senin,21 Nopember 2011
