TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Selasa, 22 November 2011

PRODUKSI PANGAN KIAN MENCEMASKAN (Perlu Langkah Antisipasi Produksi Pangan Nasional)

Jakarta.Meskipun iklim 2011 berlangsung normal, produksi empat komoditas pangan strategis nasional turun. Produksi padi turun 1,08 juta ton gabah kering giling, jagung 1,14 juta ton pipilan kering, kedelai 36.960 ton, dan gula sekitar 140.000 ton. BPS 2010 menyatakan, untuk populasi  sapi 14,8 juta ekor dengan impor daging dan jeroan 90.000 ton.  
Produksi komoditas pangan strategis nasional juga jauh dari target yang ditetapkan pemerintah. Dalam rencana kerja pemerintah 2011, sesuai arahan Presiden SBY, produksi padi ditargetkan 70,6 juta ton gabah kering giling (GKG), jagung 22 juta ton, dan kedelai 1,5 juta ton.

Menurut Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir, Sabtu(19/11), di Jakarta, serangan hama penyakit pada musim tanaman padi 2011 ini menurunkan produktivitas. Area tanaman padi yang terserang, baik karena organisme pengganggu tumbuhan (OPT), banjir serta kekeringan mencapai 600.000 hektar.

Sekretaris Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola mengatakan lemahnya koordinasi dari pusat sampai daerah memicu penurunan jagung. Industri benih jagung telah menghasilkan benih jagung hibrida dengan produktivitas tinggi tetapi tidak didukung manajemen budidaya yang baik seperti melalui pola pendampingan. Yang terjadi kemudian, petani harus berhadapan sendiri dengan ganasnya OPT. “Ini tidak akan terjadi kalau ada gerakan yang bersifat serentak dalam satu komando, seperti pada masa bimas dulu. Sekarang ini tidak muncul gerakan itu,”katanya.

Ketua Dewan Kedelai Nasional  Benny A Kusbini mengungkapkan, target produksi kedelai nasional tidak akan tercapai karena untuk mencapai target tersebut, setiap tahun harus ada peningkatan produksi kedelai sekitar 250.000 ton. Sekarang bukannya naik, produksi malah turun. Belum lagi tidak adanya varietas baru dengan produktivitas tinggi. Produktivitas kedelai sekarang hanya 1,3 ton per hektar. “Kalau produktivitas tidak bisa ditingkatkan menjadi 3 ton per hektar, harus ada penambahan are lahan kedelai baru 500.000 hektar. Menambahnya lahan baru juga sulit,”katanya.

Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia Arum Sabil mengatakan, penurunan produksi gula nasional berbasis tebu dalam negeri terjadi akibat kemarau yang datang lebih awal. Begitu masuk bulan Mei 2011, hujan berhenti. Pada saat itu, tanaman tebu masih membutuhkan air untuk pertumbuhan vegetatif. Akibatnya produktivitas dan rendemen gula tidak seperti yang diharapkan. Kondisi ini diperparah dengan belum berjalannya revitalisasi pabrik gula untuk mengurangi potensi kehilangan hasil pada saat tebu digiling. Arum menambahkan, lemahnya riset juga memicu rendahnya produktivitas tebu dan rendemen gula. “Dalam kondisi iklim yang kian tak pasti, lembaga penelitian harus mampu menghasilkan varietas tebu yang lebih adaptif dengan perubahan iklim dan mampu menghasilkan rendemen tinggi,”ujarnya.

Pesimisme yang sama diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Peternak Sapi Kerbau Indonesia  Teguh Boediyana. Teguh menyebutkan, kegagalan swasembada daging sapi sudah terlihat pada awal saat penyusunan peta jalan swasembada daging sapi. Hal ini disebabkan peta jalan disusun berdasarkan data yang tidak akurt.

Semua Turun
Berdasarkan perkiraan BPS dalam angka ramalan III, produksi padi 2011 hanya 65,39 juta ton GKG. Penurunan produksi dikarenakan turunnya luas area panen dan produktivitas per hektar tanaman padi.
Dibandingkan dengan 2010, produktivitas tanaman padi turun dari 5,015 ton GKG per hektar menjadi 4,944 ton. Adapun penurunan luas panen dari 13,25 juta hektar menjadi 13,22 juta hektar. Penurunan luas panen terutama terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten. 

Adapun penurunan produktivitas terutama terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten. Pulau Jawa merupakan pemasok utama beras nasional. Lebih dari 50% produksi beras nasional dipasok dari Jawa.

Produksi Jagung 2011 turun dari 18,33 juta ton jagung pipilan kering tahun 2010 menjadi 17,23 juta ton. Bahkan, akibat penurunanitu, impor jagung 2011 melonjak menjadi 2,8 juta ton. Penurunan produksi jagung terutama akibat turunnya luas panen dari 4,13 juta hektar menjadi 3,87 juta hektar.
Sumber:Kompas,Senin,21 November 2011

HARGA DINAR