TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Selasa, 06 Desember 2011

BUKIT LINGKAR KAWASAN DANAU TOBA TERBAKAR SETIAP TAHUN


Simalungun. *Perlu Perhatian Serius Tahun*  Bukit-bukit yang melingkari Kawasan Danau Toba setiap musim kemarau atau setiap tahunnya selalu terbakar, sehingga sangat mempengaruhi keindahan Danau Toba. Bukit – bukit tersebut salah satu pendukung keindahannya diharapkan perhatian serius dari pemerintah khususnya seluruh kepala daerah yang mencakupi kawasan Danau Toba.

Demikian dikatakan Ketua LSM Bandar Jaya Lestari St Walter Sinaga kepada SIB, Kamis ( 3/ 11) di kantornya, jalan Bandar  Saribu, kelurahan Haranggaol, Kecamatan Haranggaol Horisan, Kabupaten Simalungun. Menurut  Walter, terbakarnya bukit lingkar Danau Toba akibat kurangnya perhatian dari pemerintah,  selain itu, minimnya sosialisasi kepada masyarakat pesisir pantai danau Toba mengenai antisipasi kebakaran bukit. Centeng api yang dulunya bisa diharapkan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, saat ini tidak berfungsi lagi. Di harapakan supaya pemerintah memperhatikan hal ini.

Dikatakan, Pangdam I/BB beserta jajarannya sedang mencanangkan “Danau Toba Go Green” Namun kalau antisipasi kebakaran tidak disosialisasikan kepada masyarakat pesisir maka besar kemungkinan program Pangdam I/BB yang berlangsung saat ini akan sia-sia. Sebab, bukit yang melingkari kawasan Danau Toba selalu terbakar setiap tahunnya ataupun pada musim kemarau.

“Lebih baik program penghijauan ditiadakan di bukit lingkar kawasan Danau Toba sebelum ada jaminan dari pemerintah khususnya seluruh kepala daerah mencakupi kawasan Danau Toba untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran bukit” katanya.

Ketua LPMN Kecamatan Haranggaol Horisan Libert Ronald Sinaga mengatakan , sudah bertahun-tahun bukit kawasan Danau Toba selalu terbakar setiap tahunya khususnya bukit yang ada di pesisir pantai Danau Toba di Haranggaol Horisan. Selain mengurangi keindahan Danau apabila bukit terbakar juga menghanguskan tanaman masyarakat seperti pohon mangga.

“Apabila bukit sedang terbakar, tidak ada terlihat tindakan dari pihiak Kecamatan ataupun pihak kelurahan untuk memadamkan api. Sijago merah selalu dibiarkan membakar bukit hingga menghanguskan kurang lebih 50 Ha (Hektar). Hal ini selalu terjadi setiap tahunnya”, ungkapnya.
Diharapkan, supaya pemerintahan memperhatikan hal tersebut dan kedepan tidak ada lagi kebakaran bukit, sehingga program - program dari berbagai komunitas untuk penghijauan bukit Danau Toba tidak gagal.
Sumber: Sinar Indonesia Baru, Senin, 5 Desember 2011

HARGA DINAR