Jakarta. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) mengimbau anggotanya tidak menjual karet di bawah harga 3 dolar AS per kilogram untuk mendorong kenaikan harga karet yang baru-baru ini merosot. Menurut Direktur Eksekutif Gapkindo Suharto Honggokusumo di Jakarta, Jumat (11/11), langkah serupa juga dilakukan oleh asosiasi pengusaha di negara penghasil karet besar dunia lain seperti Malaysia dan Thailand.
“Selain Gapkindo, asosiasi perusahaan karet di Malaysia dan Thailand juga sepakat mengambil langkah ini untuk mendorong kenaikan harga. Kalau ini dilakukan stok akan berkurang dan harga perlahan diharapkan naik,” kata Suharto.
Ia menjelaskan, tindakan serupa pernah dilakukan pada tahun 2009 dan terbukti efektif menghambat kemerosotan harga dan bahkan perlahan mengerek harga karet alam di pasar global.
Wakil Menteri Perdangangan, Bayu Krisnamurthi juga mengatakan bahwa tindakan menahan penjualan merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan pengusaha di daerah produsen karet untuk mengatasi kemerosotan harga karet alam di pasar.
“Karet komoditas yang bisa disimpan, kalau harga sedang buruk, pengusaha bisa menahannya ke luar ke pasar. Ini sebelumnya pernah dilakukan dan tidak ada yang memrotes karena semua tahu bahwa kompetisi pasar pada komoditas ini memang tidak sempurna,” katanya.
Harga karet bulan ini turun ke level terendah dalam 23 bulan. Di Tokyo Commodity Exchange, harga kontrak berjangka karet pengiriman April merosot 7,3 persen, berada pada level 252,7 sen per kilogram atau setara 3.253 dolar AS per ton, terendah sejak 14 Desember 2009. Bulan ini, harga kontrak karet telah jatuh 18 persen.
Menurut hasil analisis perkembangan harga Badan Pengawas Perdangangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga Karet berjangka yang diperdangankan di Tokyo Coomodity Exchange juga ditutup melemah pada Kamis (10/11).
Harga Karet RSS3 untuk penyerahan November 2011 ditutup pada level harga 264 yen per kilogram dari harga sebelumnya 273 yen per kilogram. Di Indonesia penurunan harga jual getah Karet juga terjadi di daerah hilir di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Harga jual getah Karet berada pada harga Rp.13.000 per kilogram dari harga sebelumnya RP.15.000 per kilogram. Penurunan harga karet, menurut analisis Bappebti, dipengaruhi oleh turunnya harga minyak mentah dunia dan bertambahnya pasokan karet asal India.
India termasuk produsen karet alam besar setelah Thailand, Indonesia, Malaysia dan Vietnam. Produksi India naik 8,4 persen pada Oktober 2011 menjadi 89.300 ton dan saat ini di wilayah India tengah memasuki musim penyadapan karet (Ant)
Sumber: Harian Analisa,Sabtu, 12 November 2011
