TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Jumat, 02 Desember 2011

PENANAMAN BIBIT UNGGUL DIAWASI

Sidikalang. Camat Lae Parira Kabupaten Dairi, Rusmida Situmorang, Selasa (7/11) membenarkan, sejumlah kelompok tani di wilayah binaannya menerima bibit unggul guna dibudidayakan. Diantaranya adalah jagung, buncis, alpukat dan durian. Pengadaan barang dimaksud bersumber dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) tahun 2011

Menurutnya, durian telah ditanam di lahan masing-masing. Sedang jagung masih menunggu waktu, yakni usai panen padi sawah. Lahan tersebut, diproyeksikan menjadi pengembangan. Ditegaskan, pihak kecamatan akan melakukan pengawasan ketat agar target tercapai sesuai rencana. Dia menyebut, seluruh bibit adalah kualifikasi unggul label sertifikasi.

Diharap, perbaikan ekonomi dinikmati empat bulan ke depan pasca panen tanaman semusim. Sedang durian, diarahkan sebagai investasi hari tua. Begitu pun, fungsinya amat strategis dimana durian dari perkanpungan itu sangat tersohor hingga ke Medan dan Jakarta dengan nama durian Parongil. Pengembangan dimaksud amat penting untuk memulihkan populasi, dimana sejumlah pepohonan telah ditebang lantaran tergiur “uang cepat”. Sekarang, penduduk mendambakan kepemilikan komoditas itu.

Diperoleh kabar, menyusul kelangkaan buah durian, harga di pasaran menanjak tajam. Harga per buah biasa dipatok Rp. 35 ribu. Sehubungan kondisi itu, panenan ini tergolong jarang dijajakan di Sidikalang. Pedangan kerap memutuskan, mengirim ke kota termasuk ke Pekan Baru, Riau.

Sebelumnya, Bupati, KRA Johnny Sitohang Adinegoro mengatakan, penyaluran benih unggul ditujukan memulihkan ekonomi petani hkusus kaum marginal. Pertanian merupakan pilar sehingga wajib mendapat atensi. Pembagian sedang berlangsung termasuk berupa bibit pisang barangan disertai bantuan pupuk organik dan dolomit guna meringankan cost produksi. Kecamatan Sumbul dan Sitinjo sudah menerima material itu.

Johnny menerangkan, pemnberian dilakukan secara bergantian. Artinya bila sudah memperoleh saprodi tahun ini, maka tahun mendatng dialihkan ke desa lain demi pemerataan. Milliaran anggaran dikonsentrasikan ke sana. Selanjutnya, mendukung permodalan, pinjaman tanpa agunan dapat diajukan melalui Bank Sumut sesuai nota kesepahaman. Dengan begitu, tidak ada alasan ketiadaan uang menunjang agribisnis. Tentunya, proses harus selektif serta bankable. (ssr)
Sumber: Harian Analisa, Sabtu, 12 November 2011

HARGA DINAR