TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Jumat, 09 Desember 2011

PRODUKSI CPO 2012 DIPERKIRAKAN NAIK 1,4 JUTA TON


Nusa Dua. Produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia pada 2012 diperkirakan meningkat 1-1,4 juta ton dibandingkan dengan kapasitas 2011. “Kenaikan tersebut akan membuat produksi minyak Indonesia tahun depan diperkirakan 26,5 juta ton, “kata Dorab Mistry dari Godrej Internationala Ltd.,saat didulat menjadi pembicaraan sesi pembahasan menganai prediksi harga minyak sawitpada Konferensi Gabungan Pengusaha  Kelapa Sawit Indonesi (Gapki) di Nusa Dua, Jum’at (2/12).

Dia mengatakan, Jumlah produksi minyak kelapa sawit Indonesia pada 2011 adlaah sebanyak 25,2 juta ton, sedangkan untuk Malaysia hanya sebanyak 18,8 juta ton. Dorab menjelaskan, jika di Indonesia diprediksi mengalami peningkatan kapasitas, maka Malaysia masih dalam keadaan stabil atau tidak mengalami peningkatan maupun penurunan.  “Saya perkirakan kapasitas jumlah produksi malaysia pada tahun depan, tidak akan jauh berbeda dengan tahun ini, yakni antara 18,6-19 juta ton,” ujarnya.

Dorab mengaku, dua analis mandiri terkenal di dunia memperkirakan hal yang sama, produksi CPO Negeri Jiran itu tidak akan mengalami. Akan tetapi, menurut dia, secara keseluruhan produksi minyak di dunia hanya akan mengalami peningkatan hanay sebesar 2 juta ton saja.
Selain membahas soal kapasitas produksi, Dorab mengatakan, bahwa produksi minyak-minyak lainya akan terus meningkat , seperti minyak kedelai dan bunga matahari.

“Mengenai harga minyak kedelai, nantinya sangat tergantung dari luasnya lahan tanaman tersebut di kawasan Amerika Selatan dan Amerika Serikat.  Sementara itu, Michael J Dwyer, analis dari Indonesia dapat masuk ke wilayah Amerika Serikat asalkan harganya dapat bersaing dengan minyak hewani atau biodiesel.

“Selain itu, sebelum masuk ke pasar AS terlebih dahulu harus memenuhi ketentuan dan memiliki sertifikat yang sesuai,” katanya.  Dia menjelaskan mengenai kondisi produksi biodiesel di negara Paman Sam itu yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan Negara – Negara kawasan Eropa.
Eropa merupakan produsen minyak nabati terbesar di dunia, di mana Paman Sam  itu yang tidak terlalu besar dibandingkan dengan Negara – Negara kawasan Eropa. “ Hal itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat bukanlah pemain besar dalam produksi minyak tersebut “ujarnya.Akan tetapi, tambah Dwyer, pada 2012 produksi minyak it terus meningkatkan sehingga menunjukkan jika Negara Adi Kuasa itu belum bias meninggalkan ketergantungan atas biodesel.(Ant) 
Sumber: Harian Analisa, Senin, 5 Desember 2011

HARGA DINAR