TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Jumat, 02 Desember 2011

TARIF PENGANGKUTAN ROTAN DENGAN KAPAL DI KALTENG TINGGI

Palangkaraya. Para pengusaha rotan di Kalimantan Tengah mengeluhkan tingginya tarif pengangkutan dengan kapal laut. Tarif yang tinggi memicu anjloknya kuantitas rotan yang dikapalkan melalui pelabuhan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Ketua Umum Asosiasi Rotan Kalimantan Indonesia, Herman Yulius di Palangkaraya, Kalteng, Minggu (20/11), menjelaskan, tarif pengangkutan dengan kapal melalui Pelabuhan Sampit, Kotawaringin Timur, Kalteng, misalnya, sebesar 1,700 dolar AS (Rp. 14,5 juta) per peti kemas ukuran 12,2 meter.
 
Sementara tarif melalui Banjarmasin hanya 1.200 dolar AS (Rp. 10,25 juta) per peti kemas sehingga hampir semua rotan dari Kalteng dikapalkan melalui kota itu. Hampir semua rotan dari Kalteng dikapalkan melalui kota itu. Menurut Herman, pada tahun 2011, jumlah rotan yang diangkut melalui Banjarmasin diperkirakan 23.000 ton. “Hingga Agustus 2011,setidaknya 14.445 ton rotan dikirim lewat Banjarmasin. Sementara pengangkutan rotan melalui Sampit hanya 700 ton pada tahun 2010,”tuturnya.

Bahkan, jumlah itu anjlok menjadi hanya 28 ton pada tahun 2011 hingga Agustus lalu. Herman memaparkan, pada tahun 2010 ada persoalan keterbatasan peti kemas di Banjarmasin. “Jadi, cukup banyak rotan dikirim melalui sampit. Tapi, ketika masalah itu dibenahi, pengguna jasa anggkutan lari ke Banjarmasin,” ujarnya. Di Banjarmasin, kapal datang dan pergi hampir setiap hari karena peti kemas yang dikrimkan juga banyak. Tarif pun bisa lebih ditekan.

Sementara di Sampit, jumlah peti kemas lebih sedikit dengan hanya satu atau dua kapal yang singgah dalam seminggu. Herman menambahkan, pengusaha yang hendak mengirimkan rotannya melalui pelabuhan di Sampit juga harus mengurus surat izin industri hasil hutan bukan kayu. “Surat ditujukan kepada bupati. Di Banjarmasin, surat itu tidak diperlukan lagi,”ungkapnya.

Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang menjelaskan, diperlukan kajian agar tarif pengangkutan dengan kapal melalui pelabuhan di Kalteng lebih kompetitif. “Saya akan membahas apa saja hambatannya dengan pengusaha, administratur pelabuhan, PT Pelindo, dan pengusaha,”katanya. Persoalan tarif tidak hanya dihadapi pengusaha rotan tetapi juga pengusaha berbagai produk lain.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Kalteng Tugiyo Wiratmodjo membenarkan, minat pengusaha untuk mengekspor lewat pelabuhan lain, terutama di Banjarmasin, lebih tinggi. “Tarif ekspor lewat Banjarmasin lebih murah karena banyak kapal yang merapat ke sana,”katanya. (BAY)
Sumber: Kompas,Senin, 21 November 2011

HARGA DINAR