TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Senin, 28 November 2011

GUBERNUR ULTIMATUM BULOG, SEGERA BELI BERAS PETANI

Madiun, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengultimatum Perum Bulog Divisi Regional Jawa Timur segera membeli gabah petani untuk pengadaan beras bagi rakyat miskin. November dan Desember 2011. Ia mengancam akan menyegel gudang penyimpanan beras jika jika Bulog nekat mendistribusikan beras impor untuk masyarakat miskin di Jawa Timur.

Impor ini permainan, kartel ekonomi, karena sebenarnya Bulog bisa membeli langsung beras di masyarakat. Inpres Nomor 8 Tahun 2011 menyatakan, Bulog bisa membeli beras dengan harga pasar,”ujar Soekarwo di sela-sela acara Musyawarah Cabang Partai Demokrat Kota Madiun, Senin (21/11) di Madiun.

Dia memperkirakan saat ini ada 3.366.000 ton beras hasil panen petani Jatim pada musim tanam 2011, yang bisa dibeli Bulog untuk mengisi stok sampai akhir akhir Desember. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan penyaluran raskin di Jatim selama dua bulan, yakni 96.000 ton beras.

Apalagi sepanjang panen 2011,Jatim mengalami surplus beras hingga 4 juta ton. Dengan stok beras itu, Bulog seharusnya tidak perlu memasukkan beras impor ke Jatim. Namun faktanya, saat ini terdapat 10.000 ton beras impor asal Vietnam di gudang Bulog Sub-Drive Malang.

Soekarwa menegaskan, tidak main-main dengan ancamannya untuk menyegel gudang beras Bulog. Bahkan, ia mengirim surat kepada Mentri Koordinator Perekonomian supaya Perum Bulog menjalankan Inpres Nomor 8 tahun 2011.

“Kebijakan Gubernur Jatim tidak mau beras impor diturunkan di Jatim baik itu raskin. Karena kalau Bulog mengeluarkan beras impor, harga akan jatuh. Saya lebih baik membela petani daripada hanya karena beras raskin beras impor Bulog harus dikeluarkan,” katanya.

Soekarwo mengatakan, Bulog seharusnya memperpendek rantai pembelian beras agar kepala sub drive di daerah memiliki kewenangan membeli beras petani. Dengan kewenangan itu, mereka memiliki keleluasan mengisi stok beras di daerah masing-masing. Kebijakan yang berlaku saat ini keputusan pembelian beras disentralkan pada Direktur Utama Perum Bulog.

Soal beras impor asal Vietnam yang masuk ke Jatim, Soekarwa meminta beras itu segera dialihkan ke provinsi lain yang memerlukan atau yang mengalami krisis produksi beras. Sebagai daerah lumbung pangan nasional, Jatim tidak membutuhkan beras impor, namun komitmen Bulog untuk membeli gabah petani.

Stok kritis

Kepala Sub-Drive Bulog Madiun Rochyat Natayuda mengatakan, stok Bulog tinggal 1.400 ton setara beras per November 2011. Padahal, kebutuhan penyaluran raskin per bulan mencapai 2.190 ton untuk wilayah Kabupaten Madiun,Kota Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Selama 2011, Bulog baru menyerap 27.263 ton setara beras atau 28% dari target pengadaan setahun.

“Kami berharap masih ada peluang pengadaan beras dari petani melalui mitra kerja maupun unit penggilingan gabah Bulog,sehingga kebutuhan untuk penyaluran raskin bulan Desember bisa terpenuhi,”ujarnya.
Kritisnya stok beras di gudang Bulog disebabkan minimnya penyerapan beras petani. Alasan Bulog, harga gabah di tingkat petani relatif tinggi, yakni gabah kering giling (GKG) Rp.4.300 per kg dan beras berkualitas medium Rp. 7.700 per kg. 

Padahal, harga pembelian dari Bulog untuk GKG Rp.4.300 per kg dan beras Rp.6.500 per kg. Dengan kondisi itu, yang bisa dibeli Bulog hanya gabah petani, namun tidak bisa membeli beras.(NIK)
Sumber:Kompas,Selasa,22 November 2011  

HARGA DINAR