Jakarta. Program revitalisasi industri gula sepertinya belum menunjukkan hasil menggembirakan. Buktinya, kenerja produksi gula oleh badan usaha milik negara (BUMN) masih di bawah target.
Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Primer Megananda Daryono mengatakan, enam di antara tujuh BUMN yang bergerak di bidang produksi gula menyatakan pesimistis mencapai target. “Kami sangat prihatin karena tahun ini produksi gula oleh BUMN tidak mencapai target,”ujarnya di Komisi VI DPR kemarin (21/11).
Dalam Kementerian BUMN menunjukkan, dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2011, tujuh BUMN tersebut menargetkan produksi gula hingga 1,73 juta ton. Namun, melihat perkembangan produksi hingga akhir triwulan III 2011, target produksipun diturunkan menjadi 1,30 juta ton. Enam BUMN yang menurunkan target produksinya adalah PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) VII yang menurunkan target dari 167.880 ton menjadi 110.663, PTPN IX dari 199.285 ton menjadi 112.898 ton, PTPN X dari 500.895 ton menjadi 447.088 ton, dan PTPN XI dari 405.848 ton menjadi 304.478 ton, dan Kemudian, PTPN XIV dari target 44.939 ton menjadi 19.640 ton dan RNI dari 370.331 ton menjadi 317.174 ton. Hanya, PTPN II yang menaikkan target dari 43.913 ton menjadi 47.122 ton.
Menurut Megananda, penyebab utama tidak tercapainya target terletak pada on farm atau produksi tebu. Rendahnya kualitas tebu inilah yang akhirnya membuat rendemen menjadi rendah. “Karena itu, ke depan kami akan fokus membenahi on farm dulu melalui peningkatan kualiatas bibit tebu dan pengelolaan tanaman.”
Megananda menyebut, rata–rata kualitas rendemen di BUMN perkebunan hanya 7,15 persen, sedangkan produktivitas 67,29 ton per hektar. Angka itu di bawah kebanyakan produsen-produsen gula swasta, Misalnya, produktivitas PG Pesantren Baru 84,63 ton per hektar dan rendemen 8,57 persen serta PT Sugar Group sekitar 64,07 ton per hektar dan rendemen 8,13 persen. Lalu, PT Kebun Agung 72,31 ton per hektar dan 7,26 persen serta PT GMP 75,53 ton per hektar dan 8,45 persen.
Selain perbaikan di on farrm, pemerintah juga akan membenahi sektor off farm atau kualiats pabrik gula milik BUMN perkebunan melalui program revitalisasi. “Misalnya, peremajaan mesin untuk meningkatkan efisiensi serta peningkatan kapasitas giling,” ujarnya. Bahkan, saat ini Kementerian BUMN tengah mengkaji rencana terobosan baru untuk menggenjot kinerja pabrik gula. Caranya, pemerintah akan memilih dua pabrik gula yang kinerjanya jelek, kemudian dikerjasmakan dengan pihak swasta. “Melalui patner strategis inilah, kita akan tingkatkan kinerja pabrik gula,” katanya.
Meski kinerja tahun ini tidak begitu menggembirakan dan masih banyak masalah yang harus dibenahi, pemerintah optimistis pada 2014 produksi gula BUMN bisa mencapai 2,3 juta ton. “Target itu tidak akan diutak-atik, Kita akan dorong semua BUMN untuk mencapai target itu,”ujarnya (owi/cl/oki)
Sumber: Jawa Pos, Selasa, 22 November 2011
