TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Kamis, 01 Desember 2011

HARGA KOMODITAS KARET TURUN

Jakarta. Pelambatan ekonomi di Eropa berdampak nyata ke Indonesia. Salah satunya berupa penurunan permintaan komoditas yang menyebabkan harga komoditas karet turun. Harga karet di pasar internasional terus merosot, pada penutupan perdangan di Tokyo Commodity Exchange kemarin, harga karet berjangka ditutup melemah. Harga karet untuk penyerahan April melemah 3,7 persen atau berada pada level harga Rp. 32.675 per kilogram

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Karet Indonesia Suharto Honggokusuma minta para eksportir untuk menghentikan ekspor karet jika harga jatuh di bawah 3 dolar AS per kilogram atau Rp.27.000 per kilogram. Menurut laporan Badan Pengawas Perdangan Berjangka Komoditi (Bappebti), harga karet getah karet di tingkat petani di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, juga terus melemah dalam beberapa hari terakhir.

Harga karet turun dari Rp 6.000 menjadi Rp. 5.000 per kilogram. “Penyebab utamanya adalah tingginya curah hujan sehingga kualitas karet menurun. Di Kabupaten Landak, harga karet juga menurun.Harga karet saat ini berada pada level Rp. 8.000 sampai Rp. 10.000 per kilogram. Sebelum mencapai Rp.12.000 hingga Rp.20.000 per kilogram,”papar Kepala Bappebti Syharul Sempurnajaya.

Secara terpisah, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengatakan, permintaan pasar global yang melemah terhadap produk-produk Indonesia dapat dikompensasi dengan memperkuat daya tembus produk dalam negeri ke pasar domestik.

“Jangan sampai produsen Indonesia tidak bisa memanfaatkan besarnya permintaan di pasar sendiri. Dukungan fiskal dari APBN sudah disiapkan, sekarang tinggal mengahapus seluruh hambatan perdangan di dalam negeri,”tuturnya.(ENG/ENY/BEN/IDR/OIN)
Sumber: Kompas,Kamis,24 November 2011

HARGA DINAR