Jakarta. Komitmen Bersama Diperlukan untuk Bangun Kepedulian Sosial.
Pudarnya modal sosial sebagai penyebab utama kegagalan produksi pangan nasional 2011 tidak pernah terungkap ke permukaan. Menteri Pertanian Suswono menuding kemarau panjang 2011 sebagai biang keladinya. Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR, Selasa (22/11) malam. Suswono mengatakan penurunan produksi beras terjadi sebagai dampak fenomena alam dalam bentuk kemarau panjang. “Terjadi penurunan produksi karena fenomena alam kemarau panjang 2011,”katanya.
Suswono kepada Komisi IV menunjukkan berbagai indikator kinerja naik, seperti realisasi serapan pupuk bersubsidi, pencetakan sawah baru, kenaikan luas tanam, termasuk sekolah lapang iklik, pengelolaan tanaman terpadu, dan bantuan langsung benih unggul.
Badan Pusat Statistik dalam angka ramalan III memperkirakan, produksi padi tahun ini turun 1,08 juta ton gabah kering giling atau turun 1,63 persen. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengungkapkan iklim 2011 normal, bahkan berpotensi banjir di beberapa wilayah.
Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan sebelumnya mengatakan lemahnya koordinasi dan konsolidasi di lapangan penyebab produksi pangan turun.
Menanggapi penurunan produksi, Staf Khusus Presiden Bidang Pangan dan Energi mengatakan, sekarang saatnya membagun komitmen nasional untuk membangkitkan kepedulian sosial terhadap persoalan pangan. “Perlu semangat membangun modal sosial untuk menyentuh hati petani dari aspek kemanusian,”katanya.
Sinergitas antarsektor juga diperlukan. “Passion para pemimpin daerah pada semua tingkat harus ditumbuhkan, serta membangun kesadaran bersama bahwa pangan sangat penting.’ katanya.
Ian Siagian, anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP, menuntut tanggung jawab moral Mentan atas kegagalan produksi itu. Guru Besar Sosial Ekonomi Industri Pertanian UGM M Maksum mengatakan, lemahnya kepedulian sosial sebagai bahan modal sosial adalah penyebab utama penurunan produksi.
Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan Winarno Tohir mengatakan, penyebab kegagalan produksi harus disampaikan apa adanya kepada masyarakat. Tahun 2011 ini serangan organisme pengganggu tumbuhan pada tanaman padi 606.000 hektar, yang tercatat di bawah 100.000 hektar. (MAS)
Sumber:Kompas,Kamis,24 November 2011
