TRANSLATOR

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
blog-indonesia.com

Kamis, 01 Desember 2011

PRODUKSI GARAM TERHENTI

Jakarta. Produksi garam konsumsi nasional mulai terhenti. Semula, produksi garam konsumsi di sejumlah sentra garam ditargetkan berlangsung sampai  minggu kedua bulan Desember 2011. 

Terhitung sejak tanggal 3 November 2011, PT. Garam berhenti menghasilkan garam konsumsi. Sementara itu petani disejumlah sentra produksi garam berhenti berproduksi sejak akhir Oktober 2011. Pemberhentian itu dipicu oleh hujan yang mengguyur mulai akhir Agustus 2011.

Direktur Utama PT. Garam, Slamet Untung Irredenta, saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (23/11), mengemukakan, pihaknya tahun ini hanya mampu menghasilkan garam konsumsi sebanyak 223.000 ton atau 61,94 persen dari target sebesar 360.000 ton. 

Sementara itu, penyerapan garam rakyat sampai November 2011 hanya mencapai 53.000 ton. PT. Garam telah menargetkan penyerapan garam konsumsi dari petani sebesar 250.000 ton selama periode Juli 2011 – Juli 2012.

Dalam kondisi cuaca normal, menurut Untung, masa panen garam rakyat dimulai bulan Augustus hingga September. Adapun masa depan puncak bulan Oktober – Desember.

“Produksi garam konsumsi nasional hanya sekitar 70 persen dari target,” ujar Slamet. Meski demikian, sejumlah petani garam masih menyimpan garam untuk dilepas pada saat paceklik. Hal itu diharapkan mendorong harga jual garam.

Menurut Slamet, harga pembelian garam kualitas I saat ini dikisaran Rp.700 – Rp.750 per kilogram, sedangkan garam kualiatas II Rp. 500 per kilogram.

Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Arif Satria mengemukakan, diperlukan startegi ekstensifikasi lahan garam ke wilayah yang curah hujan relatif rendah, seperti Nusa Tenggara Timur. Hal itu untuk mengantisipasi cuaca yang tak bisa diprediksi. (LKT).
Sumber: Kamis,24 November 2011

HARGA DINAR